Friday, August 10, 2007
12:40 AM
jafis
yye
kkkkkkkkkkkkkkkkkkk
kkkkkkkkkkkkkk
baca selengkapnya..
Ada2Komentar
Tuesday, July 31, 2007
6:10 PM
jafis
1. Cinta Buta
"kalo memang cinta itu Buta, kenapa wanita harus pake Bekini....?(iklan rokok)
yang namanya orang buta,filosofinya kan memilih sesuatu tanpa perbandingan,kalo sekarang wanita sibuk cari kerja,berdandan...berarti mereka menyadari kalo lelaki itu tidak buta dalam memilih...he he he....
2. Pekerjaan tetap
Banyak yang memilih pasangan karena si calon udah mempunyai pekerjaan tetap:misal PNS atau apalah...sebenarnya hasrat itu khan muncul karena pingin dapat jaminan hidup, sekarang yang menjamin itu gajinya/pekerjaan atau orangnya...ada kok yang setelah menikah...merasa nggak puas? ternyata bukan tetapnya yang dicari?tapi beberapa yang akan dibagi ke istri...ha ha ha ha,aku rasa yang terpenting seberapa besarkah keinginan si suami untuk memberikan yang lebih baik...nggak akan peduli dia jadi apa? pasti akan berusaha sekuat mungkin...orang bijak bilang "ada kemauan pasti ada jalan" dan "ada harta pasti ada pengeluaran" he he......enakan pilih yang ada kemauan dong...
3.Cantik (face)
"Kalo sifat bisa diperbaiki, tapi kalo wajah nggak akan pernah bisa berubah" itu pendapat anak gaul..nah orang lupa kalo menikah body ama wajah bisa berubah..ha ha ha, sesuatu yang indah (cantik) akan selalu mendorong rasa pingin dipuji...nah sekarang kalo udah luntur...paksa deh cari yang bisa dipuji he he he he...
4.Keturunan terhormat/kaya
wah kalo yang ini sih no comment deh....di sinetron2 udah banyak tuh contoh....
Nah sekarang bagusnya yang gimana....?kalo pilih semua tipe itu sulit...apa lagi yang memilih kaga ada tipe salahsatu diatas ha ha ha, kalo kaga ada satupun kriteria itu....rasanya manikah kurang gereget yaaa....ha ha ha
Nah kita tunggu jawabanya....di posting berikutnya..oce
sinetron kali bersambung....
baca selengkapnya..
Ada0Komentar
Sunday, June 17, 2007
2:49 AM
jafis
“Barangsiapa mengawini seorang wanita karena memandang kedudukannya maka Allah akan menambah baginya kerendahan, dan barangsiapa mengawini wanita karena memandang harta-bendanya maka Allah akan menambah baginya kemelaratan, dan barangsiapa mengawininya karena memandang keturunannya maka Allah akan menambah baginya kehinaan, tetapi barangsiapa mengawini seorang wanita karena bermaksud ingin meredam gejolak mata dan menjaga kesucian seksualnya atau ingin mendekatkan ikatan kekeluargaan maka Allah akan memberkahinya bagi isterinya dan memberkahi isterinya baginya.” (HR. Bukhari)
“Apabila seorang dari kamu hendak meminang seorang wanita dan dapat melihat bagian-bagian dari tubuhnya, hendaklah melakukannya.” (HR. Ahmad)
Keterangan:
Islam menentukan batas yang boleh dilihat, demi kehormatan kaum wanita. Laki-laki yang hendak meminangnya hanya diperbolehkan melihat wajah dan kedua telapak tangannya. Hal itu sudah dianggap cukup mewakili seluruh tubuhnya. Kepada lelaki itu diberi kesempatan melihat batas yang. diperbolehkan itu lebih lama dari biasa, dengan harapan mungkin hal itu akan mendorong minatnya untuk mengawininya. Di dalam syarh Al-Imam An-Nawawi pada shahih Muslim disebutkan bahwa izin untuk melihat ini tidak harus dengan persetujuan wanita itu, dan sebaiknya dilakukan tanpa sepengetahuannya, karena hal itu mutlak diizinkan oleh Rasulullah Saw. tanpa syarat keridhaannya. Biasanya wanita akan malu untuk memberikan izin. Hal ini untuk menjaga agar tidak melukai perasaannya, kalau setelah melihatnya, lelaki itu kemudian mengundurkan diri. Karena itulah dianjurkan untuk melihat tanpa sepengetahuan si wanita sebelum melakukan peminangan.
”Seburuk-buruk kedudukan seseorang di sisi Allah pada hari kiamat ialah orang yang menggauli isterinya dan isterinya menggaulinya dengan cara terbuka lalu suaminya mengungkapkan rahasia isterinya kepada orang lain.” (HR. Muslim)
Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, "Apa hak isteri terhadap suaminya?" Nabi Saw menjawab, "Memberi isteri makan bila kamu makan, memberinya pakaian bila kamu berpakaian, tidak boleh memukul wajahnya, tidak boleh menjelek-jelekkannya dan jangan menjauhinya kecuali dalam lingkungan rumahmu. (HR. Abu Dawud)
Keterangan:
Di dalam buku "Ketentuan Nafkah Istri dan Anak" karya Drs. Muhammad Thalib, disebutkan bahwa ketentuan nafkah untuk istri diantaranya adalah:
- Keperluan makan dan minum
- Keperluan pakaian
- Keperluan pengobatan dan pemeliharaan kesehatan
Selain itu, suami berkewajiban pula menyediakan tempat tinggal untuk istri dan diri sendiri sesuai dengan kemampuannya, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah swt didalam Al Qur'an, "Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka." (Surat 65. ATH THALAAQ - Ayat 6)
MENIKAH!! SIAPA TAKUTTT………
baca selengkapnya..
Ada0Komentar
Sunday, April 15, 2007
5:51 AM
jafis

Manusia bercermin di depan kaca
Ia melihat matanya, hidungnya, dan wajahnya
Semuanya nyata
Manusia bercermin pada dirinya sendiri
Ia bertanya
Apa aku punya perasaan?
Tak ada nyata yang langsung menjelaskannya
baca selengkapnya..
Ada0Komentar